Ringkasan Cepat:
- BMKG: puncak kemarau 2026 terjadi Juli–September, lebih kering dari normal akibat El Nino
- Anak lebih rentan dehidrasi karena komposisi cairan tubuh yang lebih tinggi dari orang dewasa
- IDAI: kebutuhan cairan anak bisa naik 10–20 persen saat suhu meningkat
Labuhan Batu Utara, 29 Juli 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan puncak kemarau 2026 datang lebih kering dan lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini membuat anak-anak, termasuk di Labuhan Batu Utara, berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi saat cuaca panas berkepanjangan.
Mengapa Ini Penting?

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli–September 2026, dengan cakupan terluas pada Agustus yang mencapai 369 zona musim atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia. Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dari normal akibat pengaruh El Nino yang berpotensi bertahan hingga awal 2027. Sebagian wilayah Sumatera termasuk yang diperkirakan masuk periode puncak lebih awal.
Anak-anak bukan sekadar “orang dewasa versi kecil” saat cuaca panas. Komposisi tubuh anak terdiri dari persentase air yang lebih besar dibandingkan orang dewasa, sehingga kehilangan sedikit cairan saja bisa berdampak besar. Ditambah kebiasaan asyik bermain, anak sering lupa minum sampai gejala dehidrasi muncul lebih dulu.
“Ketika terjadi perubahan iklim, peningkatan suhu tentunya bisa naik kebutuhan cairan 10-20 persen dari kebutuhan normal.”
— dr. Taufiq Khadafi, Ketua Satgas Bencana IDAI
Kenali Tanda Bahaya pada Anak

Gejala dehidrasi ringan pada anak sering luput dari perhatian orang tua. Waspadai jika anak menunjukkan dua atau lebih gejala seperti rewel atau gelisah, mata cekung, bibir dan mulut kering, haus dan minum dengan lahap, buang air kecil berkurang, dan kulit kembali lambat saat dicubit.
Jika kondisi memburuk, orang tua wajib waspada level berat. Segera ke fasilitas kesehatan jika anak sangat lemas atau sulit dibangunkan, tidak mau minum, tangan dan kaki dingin, jarang atau tidak buang air kecil, atau napas cepat. Kondisi ini termasuk darurat medis, bukan sekadar lelah biasa.
Selain dehidrasi, cuaca kering dan berdebu di musim kemarau juga memicu keluhan lain pada anak. Orang tua bisa mempelajari lebih lanjut soal gejala alergi debu pada anak yang kerap muncul bersamaan di musim ini.
Reaksi dan Antisipasi Pemerintah

Krisis air bersih menjadi perhatian utama BMKG menghadapi puncak kemarau tahun ini.
“Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun operasional PLTA di sektor energi.”
— Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG
IDAI turut memperingatkan dampak El Nino bagi kesehatan anak, mulai dari heat stroke, dehidrasi, hingga diare akibat krisis air bersih. Ketersediaan air rumah tangga yang menipis membuat kebiasaan minum air putih pada anak ikut terganggu.
Kronologi Peristiwa
| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| 4 Maret 2026 | BMKG umumkan kemarau 2026 datang lebih awal akibat pergeseran ke fase El Nino | BMKG |
| 19 Mei 2026 | Peringatan dampak El Nino “Godzilla” bagi kesehatan anak, termasuk heat stroke dan dehidrasi | Media Indonesia |
| 10 Juni 2026 | BMKG konfirmasi puncak kemarau Juli–September 2026, terluas pada Agustus | BMKG |
| 21 Juli 2026 | Update wilayah: kemarau diperkirakan berlangsung hingga November 2026 | detikSulsel |
| 29 Juli 2026 | Artikel ini diterbitkan sebagai peringatan dini bagi orang tua | Redaksi |
Cara Mencegah Dehidrasi pada Anak

Pencegahan jauh lebih mudah daripada mengatasi anak yang sudah lemas. Pastikan anak minum cukup setiap hari, tingkatkan pemberian cairan saat anak sakit, tetap berikan ASI pada bayi sesering mungkin, dan sediakan oralit di rumah sebagai pertolongan pertama.
Sumber cairan tidak melulu air putih. Buah seperti semangka, melon, jeruk, stroberi, dan mentimun memiliki kandungan air tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kombinasi ini juga cocok dipadukan dengan pilihan sayuran bernutrisi tinggi untuk pertumbuhan anak yang sekaligus kaya kandungan air.
Asupan cairan tetap perlu diimbangi gizi seimbang secara menyeluruh, bukan cairan saja. Orang tua bisa cek kembali pilar gizi seimbang anak agar tumbuh kembang tetap on track meski cuaca sedang tidak bersahabat.
Dehidrasi berulang tanpa penanganan tepat juga berisiko memperberat masalah gizi jangka panjang. Data terbaru soal stunting pada balita Indonesia menunjukkan pentingnya menjaga asupan cairan dan nutrisi anak berjalan beriringan.
Apa Selanjutnya?

Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung hingga November sebelum berangsur beralih ke musim hujan pada Desember. Artinya, kewaspadaan orang tua terhadap risiko dehidrasi anak perlu dijaga konsisten selama beberapa bulan ke depan, bukan cuma saat puncak panas.
Disclaimer: Konsultasikan dengan dokter anak sebelum mengambil tindakan medis apa pun terhadap gejala dehidrasi pada anak Anda.
Artikel ini ditulis oleh Crystal, kontributor kesehatan anak di Website Resmi PAGA Kabupaten Labuhan Batu Utara.



